Premis premis konklusi = iman?

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh,
Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, sedaya puji naming kagunganipun Allah. Sholawat sarto salam mugi kahaturna wonten ngarsanipun penutup para utusan, Muhammad SAW. Mugi-mugi sedaya pengikut beliau pikantuk rohmatipun Allah ingkang maha mulya.
Ing mriki mangga kita samya hangeling-eling sak setunggalipun firman Allah: ingkang kirang langkung maknanipun “he.. wong-wong kang podho iman, pun wajibaken dumateng sira sedaya poso (ono ing wulan romadhon) kados to pun wajibaken dumateng umat-umat sak derengipun sira kabeh. Supados sira kabeh dadio wong ingkang taqwa”.
Gegayutan kalian sak dengah hadis nabi: ingkang maknanipun kirang langkung mekaten “sak temenne seneng reresik iku sak perangane iman”
Milo menawi kita nggathukaken kaya dene pelajaran bahasa Indonesia kanti bab premis mayor – premis minor kelawan konklusinipun mangka ing mriki saged pun wastani:
Premis mayoripun inggih menika: ”Wong kang podho iman dumatheng ngarsanipun Allah pun wajibaken poso ono ing wulan romadhon” ,
Wondhene P minoripun kados mekathen: “Sak perangane iman injih menika seneng resik utawi resikan”
Dados pun pendhet konklusinipun: “Tetengere wong kang iman menika seneng resikan, dene wong kang iman menika mesti poso.”
Ananging sak sinteno poso boten wonten ingkang priksa kejobo hanamung ingkang kuasa (Allah), amargi poso nganten naming kagem Allah boten badhe priksa menawi panjenengan utawi kula menika saweg poso menapa boten, injih naming kagem tetenger wong ingkang seneng nindakake poso mesti kudhu resikan.
Injih naming menika ingkang saged kawula haturaken wonten kalodangan menika, menawi wonten kathah kekiranganipun menika naming saking kawula, kawula nuwun pangapunten lan ampun dumatheng Allah, menawi wonten kesaenan lan manfaatipun naming saking karsanipun Allah mangga sesarengan kita ngucapaken syukur, akhir atur kawula,
Wassalamu’alaikum wr, wb.

PUASA, TARBIYAH MINALLAH

Assalamu’alaikum Warahmatullahiwabarokatuh.
Asyhadu ‘ala ilaaha ilallah, wahdahulaasyarikalah. Wa ’asyhadu ana muhammadarosulullah. Alhamdulillahiladzi ‘an ama ‘alaina min ni’matil iman wal Islam, sholu wassalamu ‘ala rasulillah habibika Muhammad SAW khatamul ‘anbiya la nabiya ba’dahu.
qollaAllahu ta’ala fil kitabihil karim, a’udzubillahiminas syaithanirrajiim, bismillahirrohmanirrohiim, yaa ayyuhal ladzii na’amanu kutiba ‘alaikumussiyam kama kutiba ‘ala lladdzina min qoblikum la’allakum tattaquun. Shodaqallahul ‘adzim. ‘ama ba’du.
Berdasar pada ayat al-Qur’an dalam surat Al Baqoroh di atas, maka kita sama maklum telah datang kewajiban bagi kita orang-orang yang beriman untuk berpuasa pada bulan Ramadhan (asbabul Nuzul), bulan penuh kerahmatan, keni’matan dan ampunan pada akhirnya.
Marilah kita sama merenungkan apa dibalik perintah puasa ini, selama kita menjalankan ibadah puasa maka tidak boleh kita minum air dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari yang mana pada kesempatan lain tidak ada masalah bagi kita untuk meminumnya, bahkan akan menyegarkan badan dan mendukung kesehatan. Tapi selama puasa air yang begitu bermanfaat itu diharamkan. Juga tak boleh kita makan dari makanan-makanan yang baik lagi halal bahkan yang rasanya lezat dan mengenyangkan, itu juga haram.
Tapi kewajiban kita yang lima waktu (Sholat) tidak boleh ditinggalkan, bahkan pahala bagi yang mengerjakannya dilipat gandakan pada bulan Ramadhan, lebih-lebih jika berjama’ah. kenapa?
Permasalahan utama ada pada syarat rukun sholat, yakni wudhu. Selama masih ada air yang cukup, maka kita harus berwudhu menggunakan air bersih yang suci dan mensucikan bukannya tayamum.
Bukankah orang berwudhu harus membasuh muka? Yang mana di muka itu terdapat mulut, hidung dan telinga yang merupakan sarana memasukkan air dan makanan ke dalam tubuh, ditambah lagi dengan ancaman bagi siapa yang tidak terkena air bagian/anggota wudhunya pada saat wudhu dengan sengatan api neraka yang amat panasnya.
Ini berarti kita harus wudhu dengan sempurna untuk bisa mendirikan sholat, walaupun sedang berpuasa, tetapi kita tetap tidak boleh meminumnya.
Marilah kita perhatikan, air pada permukaan yang sangat kering akan sangat cepat dan mudah sekali terserap demikian juga pada mulut yang kering seketika terkena air wudhu, langsung terserap ke bagian yang bisa menyerap secara alami (jangan disedot-sedot nanti batal lho) betapa segarnya kulit yang begitu kering tersiram air wudhu. Bagi orang-orang yang tulus dalam puasanya maka kirannya akan terasa betapa kasih sayang Allah pada saat wudhu itu. Apalagi setelah itu kita sholat dan mengharap limpahan pahala yang berlipat-lipat dari biasanya.
Disini mari kita lihat adanya pelajaran yang amat berharga, sholatlah! jangan kamu tinggalkan tali agama Allah, dan Allah telah memberikan pelajaran betapa nikmatnya sholat sembari kita berpuasa. Puasa, Tarbiyah minAllah.
Akhirul kalam, mudah-mudahan yang sedikit ini dapat menambah keimanan dan menjadikan ketaqwaan bagi pembaca sekalian, ada kurangnya mohon ma’af. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wa Barokatuh.

semoga bermanfaat

Hidup tidak Sempurna!

Assalamu’alaikum wr, wb.

wahai anakku, ucapkanlah syukurmu seketika kau buka matamu seketika kau hirup napasmu yang pertama di hari ini, Alhamdulillah. semoga Allah menambah bagimu kebahagiaan, kenikmatan dalam menjalani hidup sehari ini.

ingat anakku, hidup tidak sempurna, sebelum kau dapati hal-hal yang akan menuntutmu untuk mengeluh ucapkanlah kesyukuranmu. kenapa anakku?

karena hidup tidak sempurna, terlalu banyak hal akan kita dapati tidak sesuai apa yang kita mau, apa yang kita alami tidak seperti yang kita harapkan.

maka dari itu anakku, ucapkanlah kesyukuranmu sejak detik pertama kau alami nikmat itu, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Ketahuilah semua yang kamu katakan, tetapi tidak semua yang kamu ketahui harus kamu katakan!

Wahai anakku, Assalamu’alaikum Wr, Wb.

apa kabarmu pagi ini? harapku semoga selalu bahagia dari bangunmu hingga mimpimu di malam hening. satu lagi pesanku untukmu, renungkanlah sebelum tidurmu.

anakku, kamu harus mengetahui semua yang engkau katakan (jangan bicara sembarangan/asal bicara) karena semua yang kamu katakan itu akan dihisab (dinilai) dan nanti akan kamu pertanggungjawabkan di hadapan raja segala raja (Allah sang maha raja/merajai segalanya). karena itu anakku, kamu harus hati-hati dalam berbicara pergunakanlah bahasa yang halus/baik dan sopan supaya orang-orang menjadi segan dan hormat padamu, bicara apa yang perlu dibicarakan jangan bicarakan kejelekan orang dan hal-hal mubadzir lainnya. karena sesungguhnya orang-orang yang suka mubadzir adalah berkawan dengan syaithan (na’udzubillahi min dzaalik).

wahai anakku, lebih dari itu pandailah menjaga dan menyimpan rahasia, terutama yang menyangkut kejelekan seseorang (selagi bukan perkara yang melanggar perintah Allah) maka tutupilah aib saudaramu, niscaya Allah akan menutupi aibmu di hari kiamat. maka anakku engkau tidak wajib mengatakan semua yang engkau ketahui, sebatas itu untuk hal yang lebih baik, bijaksanalah dengan lisan (bibir-lidah mu) karena sesungguhnya engkau akan terpandang dengan itu (menjadi mulia jika bisa menjaga lisan, tetapi akan menjadi hina juga bila tidak hati-hati dengan lisan).

akhir nasihatku ini anakku, kalau ada yang kurang benar menurut mu (karena engkau telah menempuh pelajaran dari guru-gurumu dan lebih dari itu engkau telah mendalami kalam illahi) maka luruskanlah dan mintakan ampun dari tuhanmu atas kelalaianku ini, do’aku semoga engkau menjadi anak yang mewarisi Surga, do’akanlah aku agar kita senantiasa dapat kembali berkumpul nanti di alam sana setelah kehidupan Dunia ini, …

Wassalamu’alaikum, Wr, Wb. sampai nanti anakku sayang.

Penyesalan datang terakhir, tentukan jalan hidupmu anakku sayang!

wahai anaku, janganlah menunggu penyesalan datang padamu dan kala maut hendak menjemput, ikhlaslah untuk mengembalikan ruh Ilahi padaNya.

hentikanlah sejenak, apa yang sedang engkau kerjakan itu! renungi, bandingkan dengan perintah-perintah tuhanmu, sentuh hatimu dengan ayat-ayatNya, perkaya khasanah pengetahuanmu berlandas iman padaNya, jangan sombong melangkah di atas bumi ini, engkau harus menata dan memilih jalanmu untuk masa depanmu, ambil pilihan terbaik pada kesempatan pertama supaya tidak kau sesali di kemudianya.

wahai anakku jangan engkau mengambil tuhan yang lain selain Ia yang maha sempurna

renungilah anakku……!

Ayah lagi panas nak, …..

sini yah tak tiupin biar dingin, eh emang anak ku itu lagi umuran 2,5 tahunan waktu itu sekarang dah 3 tahunan, nuzha namanya menurutku ia anak yang cukup lucu mudah-mudahan cerdas kaya’ ayah ibunya hehe…

itu cerita waktu aku lagi sakit (badan panas) dan komentar anakku. lucu tho?

donasi: BCA KCP Kaliurang Rek no: 8610092374 a.n. Haris Wardhana, S.Si.

Sombong!, jangan.

Ass, Wr, Wb.
setiap manusia dilarang berjalan dimuka bumi dengan sombong/angkuh, seperti telah pernah terjadi di babak awal “drama” penciptaan manusia selagi masih di Surga, ada perintah untuk merendahkan hati kepada ciptaan yang lebih baru lalu semua malaikat “menunduk” hormat, kecuali satu yang kemudian karena kesombongannya harus menerima laknat Allah hingga akhir jaman ….. maka kita harus mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut bahwasanya kita tidak boleh sombong karena kesombongan kita hanya akan menambah rendah martabat kita sendiri.
ada pula kata pepatah tiada gading yang tak retak dalam artian tiada makhluk yang “sempurna”.
disini marilah kita sama muhasabah menilai diri menghitung-menimbang diri sebelum datang hari penimbangan (yaumul hisab) sehingga kita sadar kalau banyak kekurangan dalam diri kita yang harus kita kikis sedikit demi sedikit, bukanya menyadari kalau kita penuh dengan kelebihan sehingga kalau ada kritik dari orang atau pihak lain membuat kita berang (senewen) mudah-mudahan dengan membaca blog ini dapat sedikit mengingatkan kita pada kesempurnaan yang maha sempurna dan kita wajib bersyukur ada sedikit kesempurnaanNya dianugerahkan pada kita Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

donasi: BCA KCP Kaliurang
Rek no: 8610092374
a.n. Haris Wardhana, S.Si.

Islamic Clock

Islamic Calendar

Islamic Widget

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.